Subscribe Us

Advertisement

Mengevaluasi DHCP Server

   4.2.1 Pengertian DHCP Server

        DHCP (Dynamic Host Control Protocol) adalah protokol pengalamatan host secara dinamis. Dalam sebuah jaringan yang besar, akan ada bagian yang pengalamatan IP address tidak begitu kritikal. Di bagian ini pengalamatan IP bisa dilakukan secara dinamis dan otomatis. 

        Apabila dalam sebuah jaringan diwajibkan memberi IP satu per satu dengan manual, maka akan memakan waktu yang sangat lama. Misalkan ada jaringan dengan pengguna 1500 orang, maka akan membutuhkan pengaturan alamat IP secara manual di tiap komputer sebanyak 1500 kali. Karena itulah DHCP ada, sehingga komputer host tetap bisa terhubung dengan jaringan secara otomatis meskipun tidak mendapatkan IP address sesuai yang diminta, tapi sudah pasti akan mendapatkanya apabila IP masih tersedia dan DHCP server berjalan normal.


  4.2.2 Cara Kerja DHCP Server 

        DHCP server bekerja dengan cara menawarkan diri sebagai DHCP server dan menawarkan IP kepada host yang terhubung. Host akan meminta alamat IP kepada DHCP, lalu DHCP server akan memeriksa apakah masih ada alamat yang tersedia, dan alamat apa saja yang tersedia itu.  Setelah diketahui adanya alamat yang tersedia. 

        Maka DHCP server akan memberikan kepada host tersebut alamat tersebut, DHCP juga menyimpan informasi tambahan seperti DNS server yang harus digunakan, beserta default gatewaynya.  Alamat IP diberikan lengkap dengan informasi kapan dia kadaluarsa sehingga host bisa meminta lagi dan DHCP server bisa menyatakan alamat tersebut sudah bebas dan bisa digunakan kembali baik oleh host yang sama atau berbeda.

        DHCP server mempunyai batas dari IP mana sampai mana dia bisa memberikan alamat tersebut kepada host. Dengan batas ini jumlah host bisa dibatasi sesuai dengan keperluan. Digunakan sebagai alternatif untuk menjaga server dari koneksi host yang tidak diinginkan.

4.2.3 DHCP Server Debian

        DHCP server bisa diinstall dengan menggunakan perintah apt-get install (nama_paket). Dalam kasus ini paket yang kita install bernama dhcp3-server.

  • #apt-get install dhcp3-server
        Biarkan beberapa saat, apabila ada pertanyaan Y/n, tekan enter untuk mengijinkan installasi DHCP server. Ketika installasi bila ada tulisan failed, biarkan saja, karena kita memang belum melakukan konfigurasi. 

        Apabila tidak ada tulisan failed juga tidak mengapa. Setelah selesai installasi, coba lihat apakah ada direktori /etc/dhcp. Lakukan cd terhadap direktori tersebut dan lakukan ls untuk melihat isinya.

        Apabila kita ingin melakukan konfigurasi server DHCP, gunakan file yang bernama dhcpd.conf. Gunakan nano untuk merubah isi dari dhcp.conf. 

        Di atas ini isi dari file dhcp.conf. Ada beberapa pengaturan seputar konfigurasi DHCP. Yang perlu diperhatikan adalah bagian ini,

        Di bagian ini kita akan merubah konfigurasi yang semula dimatikan, supaya aktif.  Rubah hingga berbentuk seperti ini. 
        Kita membuat aturan dhcp untuk subnet 192.168.1.10, dengan netmask 255.255.255.0 atau 192.168.1.10/24. Lalu kita menentukan, bahwa IP yang bisa digunakan atau disewa oleh host adalah antara 192.168.1.2 – 192.168.1.254. Lalu kita setting alamat DNS server, yaitu mesin server sendiri 192.168.1.1, dengan domain name server. Lalu setting bahwa alamat broadcastnya adalah 192.168.1.255, dengan waktu sewa default 3600 dan waktu sewa maksimal 7200 detik.  Setelah selesai mengatur konfigurasi DHCP server, kita perlu menentukan di bagian mana DHCP server kita ini akan berjalan. Ketikkan,
  • #nano etc/default/dhcp
  • isi dengan INTERFACES = "eth1"
  • Restart sevice dhcp-server, dengan perintah :   # /etc/init.d/dhcp3-server restart 
        Di sini berarti DHCP server kita berjalan di atas eth1, jadi apabila ada host yang terkoneksi dengan eth1, maka host tersebut bisa meminta IP dari server kita.  Sambungkan PC dengan interface eth1 di server, apabila menggunakan sistem oeprasi windows, maka buka command prompt dan gunakan ipconfig untuk melihat apakah sudah mendapatkan IP dari server kita. Untuk sistem Linux, gunakan ifconfig.

4.1.3 Pengujian DHCP Server
     Untuk pengujian dari client dapat di setting automatic agar ip address yang didapat sesuai dengan yang di berikan dhcp-server. Dengan cara sederhana yaitu masuk ke jendela Run dengan menekan tombol Windows + R dan ketikan cmd dan tekan OK atau Enter.


        Ketikan perintah ipconfig dan tekan enter


Agar Lebih memahami setiap prosesnya, simak video berikut ini :



Uji pemahamanmu dengan mengerjakan Latihan Berikut :

👉Latihan Soal Part1

👉Latihan Soal Part2



Posting Komentar

0 Komentar